" SELAMAT DATANG DI WEBSITE "KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KAPUAS " - PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Senin, 20 Oktober 2014

48 Madrasah Dimonitoring

KUALA KAPUAS - Guna memantau pelaksanaan program Bantuan Siswa  Miskin (BSM) di lingkungan Kemenag Kapuas tahun anggaran 2014, Kemenag Kapuas melalui Seksi Pendidikan Madrasah melakukan monitoring dan evaluasi BSM tingkat Kabupaten Kapuas di sejumlah Madrasah negeri dan swasta lingkungan Kemenag Kapuas.

Kegiatan monitoring itu sendiri akan dimulai pada Senin (20/10) hingga Kamis (6/11) mendatang. Sebanyak 48 Madrasah negeri dan swasta di lingkungan Kemenag Kapuas akan dikunjungi oleh tim monitoring BSM Kemenag Kapuas yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas.

Kasi Pendidikan Madrasah Drs. H. Asy’ari mengatakan, tujuan dilakukannya kegiatan monitoring BSM ini adalah untuk mengetahui sejauhmana penggunaan dana Program BSM di Madrasah. Selain itu lanjut H. Asy’ari, kegiatan ini juga sebagai bahan evaluasi program BSM terkait dengan bagaimana penyaluran dan pengambilan dana Program BSM di lingkungan Madrasah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar seluruh madrasah di lingkungan Kemenag Kapuas dapat mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi BSM dengan memberikan informasi yang valid, transparan dan akuntabel,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah M. Hendra AR, S. Sos menuturkan, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi sesuai dengan surat tugas nomor Kd.21.03/2/PP.02/1718/2014 tentang kegiatan pemantauan (Monitoring) dan Evaluasi BSM tingkat Kabupaten Kapuas tahun 2014.

“Terhitung mulai hari ini, kami akan mengunjungi sejumlah Madrasah sesuai dengan surat tugas secara bergiliran,” ungkapnya. (Hendra)

Jumat, 17 Oktober 2014

Bupati Bangga Prestasi Ponpes Al Amin

KUALA KAPUAS – Kakankemenag Kapuas Drs. H. Ahmad Bahruni, M. AP melalui Kasi Pondok Pesantren dan Diniyah Drs. H. Marino, S. Pd.I, Kamis (17/10) kemarin menghadiri undangan Pondok Pesantren (ponpes) Al Amin Sei Tatas Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.
Tampak hadir pada acara itu Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT, sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas, Camat Pulau Petak dan tokoh agama/masyarakat setempat.

Kehadiran Bupati Kapuas menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat setempat, hal itu terlihat dari sambutan yang meriah dengan 300 santri dan atraksi pencak silat yang pernah mengukir prestasi di even nasional.

Kasi Pondok Pesantren dan Diniyah Drs. H. Marino, S. Pd.I mengaku bangga atas kepedulian Pemkab Kapuas dalam mendukung pembangunan pendidikan di Kabupaten Kapuas. 

Di hadapan Bupati Kapuas dan pimpinan ponpes Al Amin serta undangan yang lainnya, Dia menjelaskan keberadaan Ponpes saat ini sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan di bidang keagamaan. 

“Kami berharap agar semua pihak dapat membantu dan mendukung seluruh program pendidikan di Kabupaten Kapuas baik berupa sarana dan prasarana guna menunjang proses pendidikan yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT menyambut gembira atas prestasi membanggakan yang ditorehkan para santri Ponpes Al Amin.

“Teruslah berjuang menuntut ilmu agar kelak menjadi orang yang sukses di masa yang akan datang,” kata Ben. (Hendra)

Kamis, 16 Oktober 2014

Samakan Persepsi, Kemenag Kapuas Gelar Pertemuan

KUALA KAPUAS - Kemenag Kapuas melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar pertemuan dengan seluruh guru PNS dan Non PNS yang menerima tunjangan profesi guru madrasah di lingkungan Kemenag Kapuas, Kamis (16/10).

Pertemuan itu sendiri dipusatkan di aula kependidikan Kemenag Kapuas dan dipimpin langsung oleh Kakankemenag Kapuas Drs. H. Ahmad Bahruni, M. AP didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Drs. H. Asy’ari, Bendahara Penegeluaran M. Poteran Sosilo, S. HI dan sejumlah pelaksana seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kapuas.

Dalam arahannya Kakankemenag Kapuas Drs. H. Ahmad Bahruni, M. AP mengatakan, berdasar informasi yang ada, terdapat perbedaan persepsi di kalangan guru PNS dan Non PNS terkait pembayaran tunjangan profesi guru madrasah. Untuk itulah lanjut dia, pertemuan ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi dan pandangan kita atas proses pembayaran tunjangan profesi guru madrasah baik PNS maupun Non PNS di lingkungan Kemenag Kapuas.

“Bagi guru madrasah PNS, tunjangan profesi guru mata anggaran kegiatan (MAK)nya adalah 51 (Belanja Pegawai), sedangkan untuk guru madrasah Non PNS mata anggaran kegiatan (MAK)nya adalah 57 (Belanja Bantuan Sosial).

“Hal inilah yang menyebabkan perbedaan mendasar dalam hal pembayaran tunjangan tersebut,” terang Kakankemenag.

Mantan Kakankemenag Bartim ini juga menghimbau kepada seluruh madrasah di lingkungan Kemenag Kapuas agar meliburkan peserta didiknya terhitung mulai Jum’at (17/10) hingga Sabtu (18/10).

“Meskipun terdapat sejumlah madrasah yang melaksanakan ulangan, anak - anak harus tetap diliburkan agar tidak terserang penyakit ISPA yang kerap ditemui saat kondisi kabut asap seperti ini,” katanya. (Hendra)